-->


Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Friday, February 13, 2009



Bila Lagi Muncul,
Seperti Al-Barra' Ibnu Malik,
Mencari syahid tapi tak bertemu ,
Berambut kusut berdebu pula ,
Pedang dihayun lima terkulai ,
Ditusuk tombak sehingga lapan ,
Akhirnya senyum visi tercapai .

Bila Lagi Muncul ,
Seperti Amar ibnu Jamuh ,
Walaupun tempang berhati waja ,
Rindukan syahid bukan kepalang ,
Akhirnya Uhud menjadi saks ,i
Perginya dia ke mahligai syuhadak .

Bila Lagi Muncul .
Seperti Umar al-khattab ,
Merotan diri takutkan rotan akhirat ,
Pucat gementar mengambil wudhuk ,
Kerana bakal menghadap RAJA .

Bila Lagi Muncul ,
Seperti Nukman bin Muqarrin ,
Penduduk dunia tidak mengenali ,
Makhluk langit mengetahui pula ,
Ibarat kepala di laut ,
Badan di daratan ,
Kaki di bumi .

Bila Lagi Muncul ,
Seperti As-Syafiee ,
Hidup miskin bukan penghalang ,
Kertas tiada tulang pun memadai ,
Menggali ilmu di seluruh pelusuk ,
Akhlak dijaga, hati dikuasi ,
Kepada Allah tempat munajat .

Artikel Penuh...

Saturday, December 27, 2008

Kelebihan Huzaifah Al - Yamani


Huzaifah Al-Yamani telah diberi oleh Rasulullah s.a.w. suatu ilmu khusus tentang mengenali orang-orang munafik serta sifat-sifatnya yang tersembunyi. Beliaulah yang pertama sekali memperkenalkan Ilmu Tasauf dan membuka jalan serta teori-teori ilmu tersebut.

Ada orang bertanya kepada Huzaifah: "Kami melihat tuan mengeluarkan kata-kata yang tidak pernah kami dengar dari sahabat-sahabat Rasulullah s.a.w. yang lain. Dari mana tuan memperolehinya?" Lalu jawabnya: "Rasulullah telah menentukannya kepadaku. Orang banyak bertanya Rasulullah s.a.w. dari hal yang baik-baik, tapi aku bertanya dari hal yang jahat-jahat agar aku mengetahuinya dan menjauhkan daripadanya. Sedang mengenai yang baik-baik aku tidak takut ketinggalan mengerjakannya. Sesungguhnya sesiapa yang tidak kenal kejahatan, ia tidak akan kenal kebaikan."

Dalam riwayat yang lain beliau berkata: "Banyak orang bertanya kepada Rasulullah s.a.w. tentang pahala dan fadilat-fadilat amalan, tetapi aku bertanya Rasulullah apa yang merosakkan amalan itu."

Saiyidina Umar r.a. misalnya, enggan menyembahyangkan jenazah seseorang kalau dilihatnya Huzaifah tidak turut menyembahyangkannya. Inilah kelebihan Huzaifah Al-Yamani yang mempunyai pengetahuan tentang ilmu ghaib hingga dia tahu siapa yang munafik dan siapa yang tidak....

Artikel Penuh...

Friday, December 19, 2008

Kesucian Sumayyah...


Tubuh ringkih itu dilempar
dalam gelepar
ia jatuh terkapar
Allahu Akbar !

Di samping Yasir yang tewas
ada Sumayyah yang terhempas
dan `Ammar yang masih bernafas

Subhanallah telah mensucikan mereka
Alhamdulillah telah meninggikan mereka
Laa ilaaha illallah telah menggetarkan mereka
Allahu Akbar telah membesarkan mereka

Menjelang petang
orang suci itu datang
Ada cinta dan iba
dalam gelegak air matanya

Sabarlah, hai keluarga Yasir
sungguh surga telah dijanjikan bagimu

Kata-kata itu menjadi air amerta
yang mengisi seluruh aorta
dengan sabar, ketulusan dan cinta

Tengah hari
ketika matahari menyemburkan panas neraka
membakar jantung dan tulang selangka
Abu Jahal menyerang murka
dalam nafas durhaka

"Katakan, aku beriman kepada Latta dan `Uzza
Atau kusobekkan rahimmu sekarang juga"

Ia mempermainkan ujung tombak
yang tajam gemerlap seperti perak

Sumayyah sudah mendengar pesan Sang Utusan
ia boleh berdusta asal hati tetap beriman
Akan tetapi, ia mendadak mendongak
walau ketuaannya memaksanya merangkak

"Sampaikan salam dariku kepada Rasulullah SAW...
Sumayyah yang hatinya telah disucikan Allah dengan iman
tidak akan mencemari lidahnya dengan kalimah kekufuran..."

Dan tombak itupun mengoyak-ngoyak rahim Sumayyah
melepaskan ruh yang suci
untuk bergabung dengan para bidadari

ia berbaring pasrah
di atas pasir yang semakin merah
dari darahnya yang segar
harum kesturi semerbak menyebar
Allahu Akbar !

Artikel Penuh...

Friday, February 8, 2008

Detik Bersejarah - part 2-

dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah
malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril
tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya
sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu
dunia ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya
Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah
terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar
menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan
Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang
mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana
nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah
mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Ku haramkan syurga bagi siapa saja,
kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh,
urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau
melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada
Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah
direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah
memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian
maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.
"Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak
lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera
mendekatkan telinganya "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku",
peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah
menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke
bibir Rasulullah yang mulai kebiruan."Ummatii, ummatii, ummatiii?" -
"Umatku, umatku, umatku" Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi
sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli
'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada
kita.

Marilah kita berselawat ke atas Junjungan Besar MUHAMMAD S.A.W.....

Artikel Penuh...

Tuesday, January 29, 2008

DETIK BERSEJARAH -part 1-

Untuk Renungan Bersama....

Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan
mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan
khutbah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta
kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Ku wariskan dua perkara
pada kalian, Al-Qur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku,
bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk
syurga bersama-sama aku." Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan
mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu
persatu.

Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar adanya naik turun
menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali
menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah
tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," keluh hati semua sahabat
kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di
dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas
menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari
mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti
akan menahan detik-detik berlalu.

Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang
di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang
berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya
masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan
badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata
sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"
tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan
pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah
anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan
kenikmatan sementara,

Artikel Penuh...

Thursday, January 3, 2008

MIMPI IMAM AS-SYAFIE R.A .......

Syaikh Abdul Hamid Kishk, ulama buta
lulusan usuluddin dari al-Azhar
asy-Syarif. Beliau telah hafal kitab
suci al-Quran pada usia 8 tahun.
Terkenal sebagai seorang da`i dan khatib
yang berani dan lantang menyeru kepada
kebenaran. Kelantangannya mengkritik
pemerintah menyebabkan beliau pernah
beberapa kali dimasukkan ke penjara.
Beliau dilahirkan di sebuah kampung
kecil yang terletak berhampiran dengan
Iskandariah bernama Shibrakheet dalam
tahun 1933. Pada hari Jumaat, 26 Rajab
1417 (6 Disember 1996) sewaktu
memperingati peristiwa Isra` & Mi'raj,
dalam sholat ketika bersujud pahlawan
mimbar ini diambil kembali ke
rahmatUllah. .... Allahu ... Allah.
Beliau meninggalkan ribuan rakaman
ceramah dan khutbah yang mampu
menggegarkan jiwa pendengarnya serta
karangan kecil dan besar kira-kira 115
buah. Moga rahmat Allah sentiasa
mencucuri ke atasnya ... al-Fatihah.

Di sini aku hendak menukilkan satu kisah
yang disampaikan dalam salah satu
khutbahnya berhubung Imam kita
asy-Syafi`i r.a. Dalam himpunan
khutbahnya yang diberi jodol "Huna
Madrasatu Muhammad s.a.w.", halaman 48
beliau menulis:

"Imam asy-Syafi`i r.a. berkata: "Aku
telah bermimpi melihat Junjungan Nabi
s.a.w. tatkala aku berusia 7 tahun.
Junjungan Nabi s.a.w. bersabda kepadaku:
"Wahai Syafi`i, adakah engkau tahu siapa
aku?" Lalu jawabku: "Aku daripadamu dan
engkau daripadaku, Ya RasulAllah." Maka
Junjungan Rasulullah s.a.w. pun
meletakkan mulut baginda ke mulutku
sehingga bercampur air ludahku dengan
air ludah baginda, lalu aku mengetahui
ilmu-ilmu yang ada di antara langit dan
bumi (yakni ibarat bagi terbukanya pintu
keilmuan yang luas). Ketika gementar
aku, baginda meletakkan tangannya ke
dadaku lalu tenanglah zahirku dan
terpancarlah ilmu dari batinku."

Ya, Imam asy-Syafi`i menyatakan
bahawa dirinya adalah daripada Junjungan
Nabi s.a.w. adalah kerana beliau
mempunyai nasab kepada Hasyim bin 'Abdu
Manaf, nenda Junjungan Nabi s.a.w.
Ibunya pula bernasab kepada Sayyidah
Fathimah az-Zahra` r.'anha, manakala
isterinya, Sayyidah Hamiidah, adalah
dari nasab Sayyidina 'Utsman bin 'Affan r.a.

Sungguh pun demikian kemuliaan yang
dimilikinya, namun pernah satu ketika
tatkala bersama muridnya Imam Ahmad bin
Hanbal, Imam asy-Syafi'i melantunkan
syair berikut:-

أحب الصالحين و لست منهم * لعل أن
أنال بهم شفاعة
و أكره من تجارتهم معاصى * و إن كنا
سويا في البضاعة


Kucintakan para salihin tapi
bukanlah aku kalangan mereka
Moga dengan mereka kudapatkan syafaatnya
Kubencikan para pelaku maksiat durhaka
Walaupun perlakuanku sama seperti mereka

Mendengar syair gurunya, Imam Ahmad
membalas balik dengan penuh adab
ketinggian dengan katanya kepada Imam
asy-Syafi`i: Ya Sayyidi,

تحب الصالحين و أنت منهم * و منكم سوف
يلقون الشفاعة
و تكره من تجارتهم معاصى * وقاك الله
من شر البضاعة


Kau cintai para salihin dan engkau
dari kalangan mereka
Akan terhasil segala syafaat dengan
kalian semua
Dan kebencianmu kepada pelaku
maksiat durhaka
Moga Allah memelihara dirimu dari
kejahatan mereka

Allahu ..Allah, begitulah sikap tawadhu`
yang ditunjukkan oleh Imam kita
asy-Syafi`i. Walaupun berada di puncak
keilmuan dan kesholehan, tetap tidak
mengaku punya apa-apa maqam di sisi
Allah s.w.t. Sentiasa merasakan dirinya
hina dan masih bermaksiat kepada Allah.
Benarlah perkataan sebahagian:-

رأس المال العلماء التواضع

Punca keberuntungannya para ulama adalah
tawadhu.

Allahu ...Allah, bukan saja ulama, umat
semuanya disuruh bersikap tawadhu`.
Tidak membesarkan diri, walaupun
menyandang berbagai predikat. Jika umat
biasa dikehendaki untuk tawadhu`, maka
apatah lagi para pemuka umat. Junjungan
Nabi s.a.w. bersabda:-

من تواضع رفعه الله و من تكبر وضعه الله

Sesiapa yang bersikap tawadhu, Allah
akan mengangkatkannya; Dan sesiapa yang
sombong membesarkan dirinya, Allah akan
merendahkannya.

Artikel Penuh...

Saturday, December 22, 2007

NASIHAT LUQMAN AL-HAKIM PADA ANAKNYA...

"Wahai anakku. Aku sudah merasakan segala benda-benda yang pahit, tetapi aku belum pernah merasakan sesuatu yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan.

"Wahai anakku! Apabila perutmu penuh dengan makanan (kenyang) maka akan matilah fikiran dan hikmah kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan menjadi malas untuk melakukan ibadah dan akan hilanglah kebersihan hati dan kehalusannya, di mana hati yang bersih itu hanya akan tercapai dengan kelazatan bermunajat (mngadap Allah) dan manfaat berxikir (ingat kepada Allah)"

"Wahai anakku! Kalau sewaktu kecil engkau rajin belajar dengan tekun menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, maka apabila kamu dewasa kelak kamu akan memetik buahnya dan kamu akan menikmatinya."

"Wahai anakku! Kamu ikutlah ketika orang membawa jenazah, dan janganlah kamu mengikuti jamuan perkahwinan. Kerana jenazah itu dapat mengingatkan engkau akan kesudahan dari hidupmu di dunia yang fana ini. Sementara majlis perkahwinan akan membangkitkan nafsu berahimu dan ini akan membuat kamu merasa bahawa senang dengan kehidupan dunia."

"Wahai anakku. Aku sudah memikul batu-batu yang besar. Aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tetapi aku tidak pernah merasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya."

"Wahai anakku. Aku sudah merasakan segala benda-benda yang pahit, tetapi aku belum pernah merasakan sesuatu yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan."

"Wahai anakku. Aku sudah pernah mengalami penderitaan dan bermacam-macam kesusahan dan kepayahan, tetapi aku belum pernah mengalami penderitaan yang lebih susah dan lebih payah dari menanggung hutang."

"Wahai anakku! Sepanjang hidupku. Aku hanya dapat memilih 8 kalimah dari pusaka para nabi yang lalu, sabda mereka :

** Apabila engkau mengerjakan sembahyang dan beribadah kepada Allah, maka jagalah baik-baik fikiranmu.

** Apabila engkau berada di rumah orang lain, hendaklah kamu menjaga matamu (pandangan matamu).

** Apabila engkau berada di tengah-tengah majlis, hendaklah kamu menjaga lidahmu (perkataanmu).
** Apabila engkau hadir dalam jamuan makan, hendaklah kamu menjaga perangaimu.

** Ingatlah kepada Allah s.w.t.

** Ingatlah akan mati.

** Lupakanlah budi baikmu terhadap orang lain.

** Lupakanlah semua kesalahan orang terhadap dirimu.

Anak - anak adalah permata bagi ibu bapa...Anak - anak adalah anugerah dari ALLAH untuk ibu bapa...Dan anak - anak adalah kekuatan dan kehidupan bagi ibu bapa...

Artikel Penuh...

Friday, December 14, 2007

ASAL - USUL SOLAT....



SUBUH:

Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Subuh ialah Nabi Adam a.s., iaitu tatkala baginda keluar dari syurga lalu dihantar ke bumi. Perkara pertama yang dilihatnya ialah kegelapan dan baginda berasa takut yang amat sangat. Apabila fajar Subuh telah keluar Nabi Adam a.s. pun bersembahyang dua rakaat.

Rakaat pertama :- Bersyukur baginda kerana terlepas dari kegelapan malam.
Rakaat kedua :- Bersyukur baginda kerana siang telah menjelma.


ZOHOR:
Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Zohor ialah Nabi Ibrahim a.s., iaitu tatkala Allah s.w.t. telah memerintahkan padanya agar menyembelih anaknya Nabi Ismail a.s. Sedang seruan itu datangnya pada waktu tergelincir matahari, lalu sujudlah Nabi Ibrahim empat rakaat.

Rakaat pertama :- Bersyukur bagi penebusan
Rakaat kedua :- Bersyukur kerana dibukakan dukacitanya dan juga anaknya.
Rakaat ketiga :- Bersyukur dan bermohon akan keredhaan Allah.

Rakaat keempat :- Bersyukur kerana korbannya digantikan dengan tebusan kibas.


ASAR:
Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Asar ialah Nabi Yunus a.s., tatkala baginda dikeluarkan oleh Allah dari perut ikan nun. Ikan nun telah memuntahkan Nabi Yunus di tepi pantai sedang ketika itu telah masuk waktu Asar. Maka bersyukurlah Nabi Yunus lalu bersembahyang empat rakaat kerana baginda telah diselamatkan oleh Allah daripada 4 kegelapan iaitu:

Rakaat pertama :- Kelam dengan kesalahan.
Rakaat kedua:- Kelam dengan air laut.

Rakaat ketiga :- Kelam dengan malam.

Rakaat keempat :- Kelam dengan perut ikan Nun.


MAGHRIB:

Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Maghrib ialah Nabi Isa a.s., tatkala baginda dikeluarkan oleh Allah dari kejahilan dan kebodohan kaumnya, sedang waktu itu telah terbenamnya matahari. Bersyukurlah Nabi Isa lalu bersembahyang tiga rakaat kerana diselamatkan dari kejahilan tersebut, iaitu:

Rakaat pertama :- Untuk menafikan ketuhanan selain daripada Allah yang Maha Esa.
Rakaat kedua :- Untuk menafikan tuduhan dan juga tohmahan ke atas ibunya Siti Mariam yang telah dituduh melakukan perbuatan sumbang.

Rakaat ketiga :- Untuk meyakinkan kaumnya bahawa Tuhan itu hanya satu iaitu Allah jua, tiada dua atau tiga.


ISYAK:

Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Isyak ialah Nabi Musa a.s. Pada ketika itu Nabi Musa telah tersesat mencari jalan keluar dari negeri Madyan, sedang dalam dadanya penuh dengan perasaan dukacita. Allah lalu menghilangkan semua perasaan dukacitanya itu pada waktu Isyak yang akhir.

Lalu sembahyanglah Nabi Musa empat rakaat sebagai tanda bersyukur.

Rakaat pertama :- Dukacita terhadap isterinya.
Rakaat kedua :- Dukacita terhadap saudaranya Nabi Harun.

Rakaat ketiga :- Dukacita terhadap Firaun.

Rakaat keempa :- Dukacita terhadap anak Firaun.

(والله تعالى أعلم)

Artikel Penuh...

Sunday, August 5, 2007

Solat Dhuha...

Pengertian :
Solat Dhuha adalah solat yang dilakukan pada waktu dhuha,yakni pada saat matahari naik lebih kurang sepenggalahan hinggalah matahari berada tepat ditengah-tengah langit (istiwak ***[1]***).Ada pun waktu yang
paling utama ialah apabila cuaca sudah mulai panas. Lebih kurang diantara pukul 8.00am ke 9.00am(waktu malaysia)kalau tempat lain..xtau la..ikut GMT tempat tu la..

Bilangan Rakaat Solat Dhuha :
Bilangan rakaat solat Dhuha yang paling banyak dilakukan oleh Rasulullah s.a.w ialah lapan(Cool rakaat,dan menurut yang disabdakannya ialah duabelas(12)rakaat,sekurang-kurangnya dua(2)rakaat.

Banyak pendapat mengenai bilangan rakaat solat Dhuha ini tetapi secara kesimpulannya ramai ulama menyatakan bahawa sekurang-kurangnya bilangan rakaat solat Dhuha ialah dua rakaat dan sebanyak-banyaknya ialah lapan rakaat menurut riwayat yang kuat.

Cara Melakukan Solat Dhuha:
Sebagaimana solat-solat lain, maka sebelum melakukan solat Dhuha hendaklah terlebih dahulu membersihkan diri dengan berwudhuk. Kemudian berdiri mengadap kiblat sambil menetapkan niat di dalam hati.

Niat solat Dhuha ilah " Aku solat sunat Dhuha dua rakaat, kerana Allah Taala".

Kemudian mengangkat takbiratul ihram dan dilanjutakn dengan bacaan-bacaan dan zikir yang disunahkan. Seelok-elok surah yang elok dibaca ialah 'WA AL-SYAMSI WA DHUHA' dan 'WA AL-DHUHA ***[2]***"

Di dalam sujud akhir rakaat kedua, bacalah zikir 'YA WAHHAB ***[3]***'(Allah Maha Pemberi) sebanyak 41 kali.

Setelah beri salam bacalah zikir "YA BASITH" SEBANYAK 10 kali. Selepas itu baca pula ayat seribu dinar 3 kali dan disudahi dengan doa solat Dhuha iaitu:

"Ya Allah bahawasanya waktu Dhuha itu adalah waktu dhuhaMu,kecantikan itu adalah kecantikanMu, keindahan itu adalah keindahanMU, kekuatan itu adalah kekuatanMu, kekuasaan itu adalah KekuasaanMu dan perlindungan itu adalah perlindunganMu.Ya Allah jika rezekiku masih di atas langit,turunkanlah, jika rezekiku di dalam bumi, keluarkanlah,
jika rezekiku sukar,mudahkanlah,jika ia dari sumber yang haram maka sucikanlah,dan jika ia masih jauh dekatkanlah. Berkat waktu dhuhaMu, KeagunganMu, KeindahanMu, KekuatanMu, dan KekuasaanMu, limpah dan kurniakanlah kepada hamba-hambaMu."

Artikel Penuh...

Thursday, August 2, 2007

Apa Itu Israilliyyat...-final part-

Ulamak yang banyak membicarakan isu Israiliyyaat seperti:

1. Ibnu Hazam dalam kitab al-Faslu Fil Milaali Wal Ahwa’i Wan Nihal.

2. At-Thobari dalam kitab Jami’ul Bayan Fi Ta’wili Aayil Quran dan Tarikhul Umami Wal Muluk.

3. Al-Qodhi ‘Iadh dalam Kitabus Syifaa’ Bita’rifi Huquqil Mustafa.

4. Syeikh al-Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitab An-Nubuwwah dan Al-Jawabus Sahihu Li Man Baddala Diinul Masih.

5. Ibnul Qayyim dalam kitab Hidayatul Hiyari Fi Ajwibatil Yahudi Wan Nashora.

6. Al-Hafiz Ibnu Katsir dalan kitab tafsirnya dan juga Al-Bidayatu Wan Nihayah.

7. Rahimahullah Al-Hindi dalam Izharul Haq.

8.Jamaluddin al-Qosimi dalam Mahasinut Ta’wil.

9. Doktor Muhammad Husin az-Zahabi dalam Al-Israiliyyaat Fit Tafsir Wal Hadits dan Kitabut Tafsir Wal Mufassirun.

10. Al-‘Allamah Abu Syahbah dalam Al-Israiliyyaat Wal Maudhu’at Fi Kutubit. Tafsir.

11. Syeikh Abdul Wahab an-Najjar dalam Qishoshul Anbiya’.

Keempat: Merujuk sumber-sumber Yahudi

Tujuan merujuk kepada sumber-sumber Yahudi tidak bermaksud kita mengiyakan atau membenarkan apa yang termaktub dalam kitab-kitab mereka tetapi sekadar untuk melakukan perbandingan dengan kitab-kitab warisannya ulamak mu’tabar kita dalam soal-soal yang berkaitan dengan Israiliyyaat. Sekiranya ia disebut dalam sumber-sumber berkenaan maka ia meyakinkan kita bahawa ia memang satu riwayat Israiliyyaat.

Sumber-sumber Yahudi seperti berikut :

1.Kitab Taurat.

2.Talmud.

3. Kitab-kitab Yahudi yang lain.

Selain daripada sumber Yahudi terdapat juga sumber Nasrani yang termuat dalam Kitab Injil tetapi Israiliyyaat di dalam sumber Nasrani amat sedikit berbanding sumber Yahudi sendiri.

Penutup :

Israiliyyaat merupakan cerita-cerita berkaitan rapat dengan warisan Yahudi. Ia tersebar melalui berbagai peringkat dan suasana sehingga mampu bertapak di dalam karya warisan Islam, tafsir dan hadis.

Kehadirannya perlu ditangani dengan sebaik mungkin melalui pengkelasan yang wajar berdasarkan pembahagian ulamak terhadap Israiliyyaat.

Artikel Penuh...

Tuesday, July 31, 2007

Apa Itu Israilliyyat...-part 2-

Pembahagian Israiliyyat :

Apabila disebut Israiliyyat pada kebiasaanya ia merujuk kepada riwayat-riwayat Israiliyyat yang bersifat negatif atau yang sukar diterima isinya.

Merujuk kepada pembahagian ulamak antaranya Syeikh al-Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah ( Ibnu Taimiyyah,Muqaddimah dalam Usul Tafsir, muka surat 100) Israiliyyat dapat dibahagikan kepada tiga bahagian:

Pertama: Israiliyyat yang selari dengan apa yang ada di dalam sumber Islam, al-Quran dan as-Sunnah as-Sohihah. Contohnya: riwayat yang menyebut rakan seperjalanan Nabi Musa a.s ialah Khidir.

Kedua: Israiliyyat yang bercanggah dengan al-Quran dan as-Sunnah as-Sohihah. Contohnya: cerita malaikat Harut dan Marut yang terlibat dengan dosa besar. Minum arak, berzina dan membunuh

Ketiga: Israiliyyat yang tidak dapat dipastikan statusnya (maskut anhu). Contohnya, riwayat-riwayat yang menyebut bahagian anggota lembu yang diambil untuk memukul si mati dalam kisah bani Israil.

Hukum meriwayatkan Israiliyyat

Terdapat dua pandangan ulamak dalam masalah ini.

Pandangan pertama: Tidak harus meriwayatkan Israiliyyat. Antara dalil mereka, hadis nabi S.A.W:?

Maksudnya: “ Janganlah kamu mempercayai Ahli Kitab dan janganlah pula mendustai mereka, katakanlah kami beriman kepada Allah dan kepada kitab yang diturunkan kepada kami...” (Al-Bukhari, Sohih Bukhari, hadis nombar 4485)

Hadis ini melarang orang –orang Islam menaruh kepercayaan kepada cerita-cerita Ahli Kitab berkenaan Kitab Taurat dan sebagainya (Az-Zahbi, al-Israiliyyat dalam Tafsir dan hadis, muka surat 55-56).

Pandangan kedua: Harus meriwayatkan Israiliyyat. Antara dalil mereka, hadis nabi S.A.W:.

Maksudnya; “Sampaikanlah daripadaku sekalipun satu ayat, riwayatkanlah daripada Bani Israil, tiada salahnya. Sesiapa melakukan pendustaan terhadapku dengan sengaja, maka hendaklah ia menyiapkan tempatnya dalam neraka” (Bukhari, Sohih al-Bukhari, Hadis Nombar 3461)

Kedua-dua pandangan ini mempunyai dalil dan hajat masing-masing tetapi setelah dibuat penelitian, kedua-dua pandangan tersebut dapat disesuaikan mengikut pertimbangan berikut:

1. Al-Quran sendiri banyak menceritakan cerita-cerita Bani Israil dan cerita-cerita tentang umat terdahulu. Ia juga mengisyaratkan keharusan merujuk kepada Ahli Kitab.

2. Nabi S.A.W pula ada menceritakan tentang cerita Bani Israil seperti A-Abros, Al-‘Ama, Al-Akro’ dan cerita A-Ghor.

3.Hadis Nabi S.A.W yang mengharuskan periwayatan Israiliyyaat tidak bermaksud bahawa keharusan itu adalah mutlak. Ia terikat kepada apa yang baik atau sesuatu cerita atau perkara yang tidak dipastikan statusnya yang mana ia boleh dianggap benar atau dusta, tetapi tiada petunjuk yang memperlihatkan dusta atau batilnya.

4.Riwayat-riwayat Israiliyyat yang jelas dustanya atau yang tidak boleh diterima akal yang waras, maka tidak harus disebarkan melainkan dengan disebut kebatilannya.


Kaedah mengecam Israiliyyaat

Bukanlah sesuatu perkara yang mudah untuk mengatakan sesebuah riwayat itu Israiliyyaat atau tidak. Ilmu yang amat mustahak yang tidak dapat tidak mesti dimiliki oleh mereka yang ingin menguasai bidang ini ialah Ilmu Tafsir al-Quran, khususnya yang melibatkan kisah-kisah al-Quran, Ilmu Mustholah Hadis, Ilmu Rijaal Hadis, di samping pengetahuan mendalam tentang hadis-hadis yang sohih dan tidak sohih berkenaan kisah para Nabi dan kisah-kisah lampau.

Di sini saya cuba menyenaraikan beberapa kaedah atau cara yang boleh membantu bagi mengenal atau mengecam Israiliyyaat. Kaedah ini diperolehi setelah penulis membuat kajian terperinci terhadap ciri-ciri Israiliyyaat yang terdapat di dalam Tafsir At-tobari dengan mengambil kira pandangan ulamak mu’tabar dalam membuat kritikan dalam riwayat-riwayat Israiliyyaat.

Supaya lebih teratur, saya bahagikan cara ini kepada empat sudut , pertama, pengamatan kepada sanad riwayat Israiliyyaat, kedua, pengamatan kepada matannya, ketiga, merujuk kepada pandangan ulamak yang mu’tabar dalam bidang Israiliyyaat dan keempat, merujuk kepada sumber-sumber Yahudi sendiri.

Pertama: Pengamatan sanad

1. Rijaal / perawi terkenal dengan meriwayatkan Israiliyyat seperti Abdullah Bin ‘Amar Bin al-‘Ash, Abu Hurairah dan Abdullah Bin Salam dari kalangan sahabat. Dari kalangan tabi’in pula seperti Ka’ab Bin al-Ahbar, Wahab Bin Munabbbih, as-Saiyyidul al-Kabir, Qatadah, al-Hasan al-Basri dan Mujahid manakala dari kalangan golongan tabi’ tabi’in pula seperti Ibnu Ishaq, Ibnu Zaid dan Ibnu Juraih.

2.Terdapat kenyataan jelas dari perawi menyebut bahawa riwayat yang disampaikan adalah bersumberkan sumber Israiliyyaat.

3. Sanad riwayat Israiliyyaat kebiasaannya bersifat terhenti “mauquf” kepada sahabat, bukan “marfu’” kepada Nabi S.A.W.

Kedua: Pengamatan matan

1. Persoalan yang disentuh Israiliyyaat biasanya mengenai asal usul kejadian alam serta rahsianya seperti asal usul kejadian langit dan bumi.

2. Matan mengandungi kisah para Nabi dan kisah-kisah lampau.

3. Perincian kepada kesamaran (mubhamat) iaitu perkara yang tidak dijelaskan al-Quran seperti menentukan jenis pokok larangan dalam syurga yang dilarang Allah kepada Nabi Adam dan isterinya Hawa dan menentukan bahagian anggota lembu yang digunakan untuk memukul si mati dalam kisah bani Israiliyyaaat.

4. Matan memperlihatkan “keterlampauan” ketara seperti cerita salah seorang anak Nabi Adam a.s yang memikul saudaranya yang dibunuh selama seratus tahun, dibawanya kesana kemari sehingga Allah menghantar burung gagak untuk mengajarnya cara menyimpan jenazah saudaranya itu.

5. Matan mengandungi perkara-perkara yang bercanggah dengan al-Quran dan as-Sunnah as-Sohihah seperti matan yang menyebut bahawa isteri Nabi Nuh a.s adalah daripada mereka yang selamat dari azab banjir besar.

6. Matan mengandungi perkara-perkara yang menyalahi kesucian “`ashamah” para Nabi dan malaikat seperti dalam cerita keinginan nabi Yusuf terhadap isteri pembesar Mesir yang sampai keperingkat paling kritikal iaitu menangggalkan seluar serta kisah tentang malaikat Harut dan Marut.

7. Matan menyebut cerita-cerita khurafat dan karut seperti cerita gergasi “’Aaj bin ‘Unuq” dan puak “jabbaarin”.

8. Matan menceritakan sesuatu yang pelik “gharib” seperti yang menyebut bahawa bilangan alam sebanyak lapan belas ribu atau empat belas ribu.

9. Adanya percanggahan fakta pada matan seperti penentuan anggota lembu bani Israil di mana ada yang mengatakan paha, lidah, ekor dan sebagainya.

10.Terdapat kenyataan di dalam matan menyebut bahawa ia diambil dari sumber Israiliyyaat samada dari Ahli Kitab atau kitab Bani Israil.

11.Disebut pada matan lafaz-lafaz “tadh’if” atau tamridh yang menjelaskan bahawa ia dianggap lemah.

Ketiga: merujuk kepada ulamak

Artikel Penuh...

Thursday, July 26, 2007

Perang Nuklear Zaman Kuno

Ni aku tepek dari bharian onlen..

DUA epik India kuno, Mahabaharata dan Ramayana yang dipercayai ditulis kira-kira 3,500 tahun lalu, menceritakan tercetusnya satu kejadian besar pada zaman purba yang benar-benar membuatkan pembaca khususnya penyelidik terpaku kebingungan.

Meneliti baris demi baris dalam cerita panjang yang ditulis pada dua epik berbahasa Sanskrit itu membuatkan penyelidik tertanya-tanya akan kebenarannya dan sehingga kini peristiwa yang terkandung dalam setiap ayat yang tertera pada epik itu masih kekal misteri.

Benarkah perang nuklear sudah tercetus pada zaman India kuno, ribuan tahun lalu? Persoalan itu mendorong kalangan penyelidik untuk mencari logik di sebalik cerita yang ditulis menerusi epik berkenaan.

Malah, tatkala meneliti ayat yang menyatakan peperangan itu turut membabitkan pesawat canggih dan digambarkan seperti jet pejuang dan piring terbang pada masa kini, penyelidik semakin terpinga-pinga kehairanan.

Epik terbabit ditulis kira-kira 3,500 tahun lalu atau pada 1,500 Sebelum Masihi (SM) tetapi peristiwa peperangan yang tercatat di dalamnya dikatakan berlaku lebih lama iaitu 5,000 tahun lalu.

Mengikut logik akal, keadaan di bumi ketika itu masih terlalu kuno serta jauh daripada perkembangan sains dan teknologi. Pesawat dan jet pejuang yang mampu menembak misil masih belum dicipta ketika itu, apatah lagi teknologi bom nuklear.

Sekiranya berlaku peperangan ketika itu, ia seharusnya membabitkan senjata tradisional seperti pedang, tombak dan panah saja.

Paling dahsyat pun peperangan itu, ia akan kelihatan seperti filem ‘300’ yang mengisahkan peperangan pahlawan Sparta menentang Parsi tetapi era Sparta wujud sekitar 500 SM sedangkan peperangan India Kuno itu dikatakan berlaku lebih lama iaitu lebih 3,500 SM.

Begitulah gambarannya mengikut logik akal tetapi penulis epik terbabit menggambarkan seolah-olah peperangan India kuno yang berlaku itu membabitkan senjata nuklear malah serangan turut membabitkan pesawat yang mampu menembak peluru berpandu.

Lebih membingungkan penyelidik, penulis terbabit menggambarkan keadaan itu bagaikan dia melihat sendiri kewujudan kapal terbang terbabit serta mengalami sendiri betapa dahsyatnya kesan letupan bom paling bahaya itu.

Epik Mahabharata dan Ramayana mengisahkan konflik yang tercetus antara dua sepupu iaitu Kurawa dan Pandawa yang hidup di tepi Sungai Gangga. Perjalanan epik itu juga turut menceritakan dua peperangan hebat yang berlaku antara kerajaan Alengka dan Astina, ketika itu.

Perang kali pertama dicatatkan seperti berikut (terjemahan): “Bahawa Arjuna yang gagah berani, duduk dalam Vimana (kenderaan udara mirip pesawat) dan mendarat di tengah air, lalu meluncurkan Gendewa (mungkin tembakan atau peluru berpandu) yang dapat menimbulkan sekali gus melepaskan nyala api yang kuat ke atas wilayah musuh. Seperti hujan lebat yang kencang, mengepung musuh dengan kekuatannya yang sangat dahsyat.

Dalam sekelip mata, sebuah bayangan yang tebal dengan cepat terbentuk di atas wilayah Pandawa; angkasa menjadi gelap gelita, semua kompas yang ada dalam kegelapan menjadi tidak berfungsi, kemudian badai angin yang dahsyat mula bertiup disertai dengan debu pasir, burung bercicit panik, seolah-olah langit runtuh, bumi merekah.

Matahari bergoyang di angkasa, panas membara mengerikan yang dilepaskan senjata ini membuat bumi bergoncang, gunung bergoyang, di kawasan darat yang luas, binatang mati terbakar dan berubah bentuk, air sungai kering kontang; ikan, udang dan lainnya semuanya mati.

Saat Gendewa meledak, suaranya bagaikan halilintar, membuat askar musuh terbakar bagaikan batang pohon yang terbakar hangus.”

Gambaran pada perang kali kedua lebih memeningkan penyelidik lebih-lebih lagi menerusi terjemahan berikut: “Pasukan Alengka menaiki kenderaan yang cepat, meluncurkan sebuah rudal (mungkin sejenis peluru berpandu) yang ditujukan ke kota pihak musuh. Rudal ini seperti mempunyai segenap kekuatan alam semesta, terangnya seperti terang puluhan matahari, kembang api bertebaran naik ke angkasa, sangat indah.

Mayat terbakar sehingga tidak mampu dibezakan. Bulu rambut dan kuku terbakar menggelupas, perkakas tanah liat retak, burung yang terbang terbakar oleh suhu tinggi. Demi untuk menghindari kematian, askar terjun ke sungai membersihkan diri dan senjatanya.”

Selesai membaca dan mengkaji epik berkenaan, penyelidik mula menjelajahi bumi India bagi mencari kepastian terhadap cerita yang tertulis itu. Mereka mula menyusuri sepanjang Sungai Gangga bagi mencari kemungkinan adanya tinggalan arkeologi peperangan itu.

Hasilnya amat memeranjatkan penyelidik. Ekspedisi itu menemukan ahli arkeologi dengan banyak kesan runtuhan yang memiliki kesan hangus terbakar di hulu Sungai Gangga. Batu besar pada runtuhan itu terlekat menjadi satu, permukaannya pula menonjol, cengkung dan tidak rata.

Kajian saintifik mendapati proses untuk meleburkan batuan berkenaan memerlukan suhu tinggi melebihi 1,800 darjah Celsius. Dengan kata lain, bara api biasa tidak mampu mencapai suhu setinggi itu dan hanya ledakan nuklear saja mampu mencapai suhu demikian
.

Di dalam hutan primitif di pedalaman India pula, penyelidik menemui lebih banyak runtuhan batu hangus. Tembok kota yang runtuh serta tinggalan yang ditemui menjadi seakan kristal dan kaca.

Dalam kebingungan diselubungi enigma, penyelidik berpendapat yang mungkin pada lebih 5,000 tahun lalu sudah wujud suatu peradaban di India yang terlalu futuristik dan maju sehingga mampu membina pesawat perang dan senjata nuklear.

Akan tetapi atas sebab tertentu atau mungkin juga akibat perang nuklear terbabit, peradaban maju India kuno itu lenyap bersama teknologi dan rahsia sains yang dikuasai mereka, sehingga manusia mula menyangka yang dunia purba adalah mundur dan primitif.

INFO:
Peperangan India kuno

# Dikatakan membabitkan bom atom, nuklear, pesawat dan senjata laser.

# Gambaran teknologi yang wujud pada zaman India kuno itu hampir menyerupai gambaran kemajuan sains dan teknologi yang dicapai Atlantis, yang diceritakan ahli falsafah Greek iaitu Plato dalam teks ‘Timaeus and Critias’.

# Ada pihak percaya Kerajaan India kuno itu berperang dengan Atlantis.

# Di kota kuno India, Scotland, Perancis, Turki dan beberapa tempat lain, ditemui batu-bata dan batuan yang berubah bentuk dan ia hanya mungkin berlaku akibat suhu tinggi hasil ledakan bom atom atau nuklear. Selain India, kesan peperangan menggunakan senjata nuklear itu turut dijumpai di Babilon kuno, gurun Sahara di Afrika dan guru Gobi di Mongolia.

# Reaktor nuklear berusia dua juta tahun pernah dijumpai di Oklo, Afrika Selatan.

# Di kota besar Rishi di Mohenjodaro (Pakistan), ahli arkeologi pada akhir abad lalu pernah menemui kerangka yang bergelimpangan di jalan, ada yang berpegangan tangan seolah-olah mereka dilanda malapetaka yang amat dahsyat secara tiba-tiba. Pada kerangka itu ada kesan sisa radioaktif yang tinggi, sama dengan yang dijumpai di Hiroshima dan Nagasaki.

# Ada kajian mendapati pesawat yang digunakan pada peperangan itu berbentuk piring terbang dan ia dikaitkan dengan penemuan UFO pada masa kini.



Sumber : Brite Harian Onlen

Ancient India War

Artikel Penuh...

Tuesday, July 24, 2007

Kamal Ataturk. Renungkan...

Teladan Dari Kisah Hidup Mustafa Kamal Ataturk


IDEOLOGI KAMAL ATATURK DI TURKI

1. Membolehkan perempuan memakai tudung dengan syarat pakai skirt/ROK.
2. Membolehkan lelaki memakai seluar panjang dengan syarat pakai tie dan topi (sesuai dengan
kehendak barat)
3. Menyuruh wanita dan lelaki menari di khalayak ramai. Beliau sendiri pernah menari dengan seorang
wanita di sebuah parti umum yang pertama di Ankara.
4. Beliau pernah menegaskan bahawa "negara tidak akan maju kalau rakyatnya tidak cenderung kepada
pakaian moden"
5. Menggalakkan minum arak secara terbuka.
6. Mengarahkan Al-Quran dicetak dalam bahasa Turki
7. Menukar azan ke dalam bahasa Turki. Bahasa Turki sendiri diubah dengan membuang unsur-unsur
Arab dan Parsi.
8. Mengambil arkitek-arkitek dari luar negara untuk memodenkan Turki. Hakikatnya mereka diarah
mengukir patung-patung dan tugu-tugunya di seluruh bandar Turki.
9. Satu ucapan beliau di bandar Belikesir di mana beliau dengan terang-terangannya mengatakan
bahawa agama harus dipisahkan dengan urusan harian dan perlu dihapuskan untuk kemajuan
10. Agama Islam juga di buang sebagai Agama Rasmi negara.
11. Menyerang Islam secara terbuka dan terang-terangan
12. Menggubal undang-undang perkahwinan berdaftar berdasarkan undang-undang barat.
13. Menukar Masjid Ayasophia kepada muzium, ada sesetengah masjid dijadikan gereja.
14. Menutup masjid serta melarang dari bersembahyang berjemaah.
15. Menghapuskan Kementerian Wakaf dan membiarkan anak-anak yatim dan fakir miskin.
16. Membatalkan undang-undang waris, faraid secara Islam
17. Menghapus penggunaan kalendar Islam dan menukarkan huruf Arab kepada huruf Latin.
18. Menganggap dirinya Tuhan sama seperti Firaun.

Berlaku peristiwa apabila salah seorang askarnya ditanya "siapa tuhan dan dimana tuhan tinggal?". Oleh kerana takut, askar tersebut menjawab 'Kamal Atartuk adalah tuhan". Beliau tersenyum dan bangga dengan jawapan yang diberikan oleh askar itu.


KEMATIAN KAMAL ATATURK YANG MENYEKSAKAN

Di saat kematiannya, Allah telah datangkan beberapa penyakit kepada beliau sehingga beliau rasa terseksa dan tak dapat menanggung seksaan dan azab yang Allah berikan di dunia.

Antaranya ialah:

1. Didatangkan penyakit kulit hingga ke kaki di mana beliau merasa gatal-gatal seluruh badan.
2. Sakit jantung
3. Penyakit darah tinggi
4. Panas sepanjang masa, tidak pernah merasa sejuk sehingga terpaksa diarahkan kepada bomba
untuk menyiram rumahnya 24jam.

Pembantu-pembantunya juga diarahkan untuk meletak ketulan-ketulan ais di dalam selimut untuk menyejukkan beliau. Maha suci Allah, buat macam mana pun rasa panas tak hilang-hilang. Oleh kerana tidak tahan dengan kepanasan yang ditanggung, beliau menjerit sehingga seluruh istana mendengar jeritan itu. Oleh kerana tidak tahan mendengar jeritan, mereka-mereka yang bertanggung jawab telah menghantar beliau ke tengah lautan dan diletakkan dalam bot dengan harapan beliau akan merasa sejuk. Allah itu Maha Besar, panasnya tak juga hilang! Pada 26 September 1938, beliau pengsan selama 48 jam disebabkan terlalu panas dan sedar selepas itu tetapi beliau hilang ingatan.

Pada 9 November 1938, beliau pengsan sekali lagi selama 36 jam dan akhirnya meninggal dunia. Sewaktu beliau meninggal, tidak seorang pun yang memandi, mengkafan dan menyembahyangkan mayat beliau. Mayat ini diawetkan selama 9 hari 9 malam, sehingga adik perempuan beliau datang meminta ulama-ulama Turki memandikan, mengkafankan dan menyembahyangkannya .

Tidak cukup dari itu, Allah tunjukkan lagi balasan azab ketika mayatnya di bawa ke tanah perkuburan. Bila mayatnya hendak ditanam, tanah tidak menerimanya (saya tak dapat nak bayangkan bagaimana tanah tidak menerimanya). Disebabkan putus asa, mayatnya diawetkan sekali lagi dan dimasukkan ke alam muzium yang diberi nama Etna Grafi (kalau tak silap dengar) Ankara selama 15 tahun (sehingga tahun 1953).

Selepas 15 tahun mayatnya hendak ditanam semula, tapi Allah Maha Agung, bumi sekali lagi tak menerimanya. Habis ikhtiar, mayatnya dibawa pula ke satu bukit ditanam dalam satu binaan mar-mar beratnya 44 ton. Mayatnya ditanam di celah-celah batu mar-mar.

Apa yang menyedihkan, ulama-ulama sezaman dengan Kamal Atartuk telah mengatakan bahawa "jangan kata bumi Turki, seluruh bumi Allah ini tidak menerima Kamal Atartuk!"
Hanya Allah sahaja yang Maha Mengetahui.

Artikel Penuh...

Saturday, July 14, 2007

Penemuan Di Laut Merah

Seorang arkeologi bernama Ron Wyatt (Lihat di http://www.wyattmus eum.com/ron-wyatt.htm ) pada ahir tahun 1988 telah menemui beberapa bangkai roda kereta tempur kuno di dasar laut merah.

Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Firaun yang tenggelam di lautan yang digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.

Menurut beliau, selain menemui beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krewnya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.

Penemuan ini pastinya semakin mengukuhkan fakta bahawa sisa-sisa tulang belulang itu merupakan sebahagian daripada kerangka para bala tentara Fir'aun yang tenggelam di laut Merah.

Hal ini kerana,hasil dari ujian makmal yang dilakukan di Stockhlom University kepada beberapa sisa tulang belulang yang ditemui,struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam,dimana menurut sejarah, kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.



Selain itu,ada suatu objek menarik yang juga ditemui,iaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang,sehingga bentuk aslinya sangat sukar untuk dilihat secara jelas.




Mungkin Allah sengaja menunjukkan kepada kita semua bahqwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi-nabiNya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita dongeng belaka.

Diantara beberapa bangkai kereta tadi,ditemui pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang diperbuat dari emas.Jika difikirkan, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Firaun sang raja.


Sekarang mari kita perhatikan gambar diatas.
Pada bahagian peta yang dilingkari (lingkaran merah),menurut para ahli matematik disitulah lokasi di mana Nabi Musa bersama para kaumnya menyeberangi laut Merah. Lokasi penyeberangan dikira berada di Teluk Aqaba di Nuweiba.

Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Tahap kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 darjah, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 darjah.

Dikira jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter. Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah dikira sepanjang 900 meter.

Dapatkah kita membayangkan berapa daya yang diperlukan untuk membolehkan air laut dibelah sehingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang secara purata mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, berdasarkan sejarah bahawa pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan orang? (Menurut tulisan lain dikira jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).

Menurut sebuah pengiraan dikira tekanan yang diperlukan (daya per luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter.


Jika kita kaitkan dengan kelajuan angin,menurut beberapa pengiraan, sekurangnya diperlukan kekuatan angin dengan kelajuan tetap 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!

Artikel Penuh...

Friday, July 6, 2007

Bermulanya KalamGua

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan...

Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan....

Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat... :::Hamka:::

Artikel Penuh...